Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat – Kabupaten Garut merupakan perhentian Bandung Raya. Lokasinya sangat strategis karena menjadi pemasok kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Namun Garut mempunyai peran yang lebih besar dari itu. Meliputi pegunungan yang indah seperti Papandayan, Guntur dan Cikuray; Swiss-nya Jawa yang punya udara sejuk ini punya banyak tempat wisata luar negeri dan budaya.

Selain itu, pemerintah pusat dan daerah juga sedang membangun infrastruktur dan merevitalisasi banyak tempat wisata agar Garut bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia. Pengembangan infrastruktur dan pariwisata lebih lanjut diharapkan dapat menjadikan Garut sebagai tempat yang nyata bagi para pelancong ketika berwisata – bukan sekedar singgah.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Kampung Pulo menjadi destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan. Desa adat ini terletak di kompleks Candi Cangkuang, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut. Menariknya desa ini terletak di Pulau Panjang yang berada di tengah danau, sehingga pengunjung harus menyeberang terlebih dahulu dengan rakit yang tersedia.

Apa Kuliner Yang Wajib Dicoba Di Kota Garut?

Suasananya yang menyenangkan dan jaraknya yang jauh dari hiruk pikuk lalu lintas membuat kota ini nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, kota ini sangat populer di kalangan wisatawan religi karena disebut-sebut sebagai cikal bakal penyebaran agama Islam di kawasan ini.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Kampung Pulo dinilai unik karena mampu mempertahankan adat istiadatnya hingga saat ini. Salah satu ciri khasnya adalah kota ini hanya memiliki tujuh rumah. Menurut aturan adat, tidak seorang pun diperbolehkan menambah atau menghapus bangunan demi menjaga tradisi.

Keluarga yang tinggal di Kampung Pulo merupakan keturunan dari Eyang Embah Dalem Arif Muhammad, seorang pendekar Kerajaan Mataram yang ditunjuk Sultan Agung untuk menyerang VOC di Batavia. Namun karena kalah, ia memutuskan untuk tetap tinggal di Cangkuang. Perlahan-lahan ia menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat desa Cangkuang yang saat itu beragama Hindu.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Wisata Malam Garut

Ketujuh bangunan yang sudah ada sejak abad ke-17 ini merupakan simbol dari putra-putri Arif Muhammad. Enam rumah disediakan untuk putrinya; dan masjid untuk putra satu-satunya. Namun jumlah kepala keluarga saat ini hanya enam orang. Oleh karena itu, jika ada keturunan warga Kampung Pulo yang menikah, maka ia harus meninggalkan desa tersebut dalam waktu dua minggu setelah pernikahan. Kepala keluarga diperbolehkan kembali apabila salah satu kepala keluarga di Kampung Pulo meninggal dunia.

Saat ini Kampung Polo telah dihuni oleh 23 warga adat yang terdiri dari 10 perempuan dan 13 laki-laki yang merupakan generasi ke-8, ke-9, dan ke-10 dari Arief Muhammad.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Setelah menjelajahi kota, Anda dapat mengunjungi Candi Cangkuang di dekatnya. Meski candi ini pernah direnovasi pada tahun 1974-1976, namun 40 persen keaslian bangunan candi masih dapat dipertahankan. Candi ini diyakini dibangun pada masa Kerajaan Galuh pada abad ke-8. Di sebelah candi terdapat makam Arif Muhammad. Kehadiran makam ulama di samping candi Hindu merupakan simbol toleransi dan kerukunan umat beragama Indonesia.

Bukber Journey: Makan Sepuasnya Dari Itik Berempah Hingga Aneka Sushi

Tempat lain yang bisa dikunjungi adalah Situ Bagendit di kabupaten Banyuresmi. Danau ini berjarak sekitar 11 kilometer dari Kampung Pulo atau sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil. Situ Bagendit berbatasan dengan empat desa, yaitu Desa Banyuresmi di utara, Desa Cipicung di selatan, Desa Binakarya di timur, dan Desa Sukmukti di barat.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Yang berlanjut hingga saat ini tentang Nyai Endit yang tenggelam bersama hartanya karena kikuk. Terlepas dari kebenaran ceritanya, telaga ini masih menjadi favorit wisata masyarakat Garut maupun luar Garut.

Menyadari potensi wisatanya, pemerintah pusat kini sedang melakukan revitalisasi Situ Bagendit menjadi destinasi wisata kelas dunia yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2021. Tampilan baru Situ Bagendit sudah bisa dinikmati wisatawan mulai 1 Januari 2022.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Rumah Matahari Turi Tempat Untuk Camping, Cafe Dan Jeep Tour Di Merapi Jogja

Situ Bagendit yang memiliki luas sekitar 125 ha ini dikembangkan dengan konsep ekowisata, karena di kawasan tersebut akan diberikan tempat untuk menjual makanan atau kerajinan tangan kepada wisatawan. .

Rencananya Situ Bagendit yang menelan biaya sekitar Rp 82 miliar ini akan dikembangkan menjadi enam kawasan wisata. Zona 1 ditujukan bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata air, taman teratai, amphitheater, dermaga, serta mencoba aneka makanan dan membeli oleh-oleh di restoran.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Zona 2 merupakan wisata air yang didukung dengan warung makan tradisional di Garut seperti dodol, burayot dan kopi; sedangkan wisata perairan zona 3 untuk kegiatan belajar mengajar atau

Daftar Kuliner Pasar Kranggan Yang Wajib Kamu Coba –

; Area 4 merupakan wisata air yang didukung dengan rumah bambu; Zona 5 meliputi wisata air yang didukung sarana dan prasarana rekreasi seperti pemancingan,

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Luasnya kawasan wisata ini difasilitasi oleh tiga gerbang masuk. Jika Anda ingin menikmati keindahan alam sambil berjalan bebas di Taman Teratai dan berfoto selfie asyik dengan bangunan bambu, Anda bisa masuk ke Situ Bagendit melalui Gerbang 1. di resor atau coba

, silakan masuk langsung menuju Gerbang 3. Pemerintah setempat selain menjadikannya sebagai destinasi wisata juga melengkapinya dengan acara budaya dan upacara bendera di Hari Kemerdekaan. Indonesia.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Ramah Di Kantong, Menjelajahi 15 Tempat Makan Lezat Di Garut Yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Kemendag dorong implementasi kebijakan kerja sama internasional pelaku usaha daerah SMF gandeng Bank Dinar turunkan return properti di Lombok dalam rangka HUT ke-8, AKP2I Dorong kepatuhan dan integritas penasehat pajak DJP: Bulan Agustus Pencocokan NIK dan NPWP 2023 Capai 58,7 Juta Perkuat Administrasi Pinjaman Bank Umum, OJK Terbitkan UU Baru Tingkatkan Efisiensi Perpajakan, Kanwil DJP Jakbar Bagikan Brosur Pengenalan Perpajakan

Pemerintah Indonesia mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri. Oleh karena itu, dalam situasi yang tidak menentu ini, ada baiknya Anda merencanakan liburan ke Indonesia. Namun, jika keinginan Anda untuk berwisata keliling Asia di luar kendali Anda, Anda bisa berlibur ke The Great Asia Africa.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Terletak di dekat Peternakan Sapi Perah Lembang, Lembang, Bandung, Jawa Barat, tempat wisata yang kini viral di internet ini menawarkan pengalaman wisata yang luar biasa. Sebenarnya objek wisata ini dibuka pada pukul 09.00, namun kami menyarankan Anda untuk datang satu jam sebelum pembukaan untuk mendapatkan tempat parkir.

Jelajah Garut The Swiss Van Java, Surganya Jawa Barat Bersama Teman Hidup Traveloka

Selain terbatasnya ruang kendaraan roda dua, pengunjung yang masuk kawasan pariwisata juga dibatasi, sekitar 50 persen dari total kapasitas. Alhasil, jika datang ke sini pada akhir pekan dan menjelang tengah hari, ada risiko antrian masuk dan dapat merusak suasana liburan. Atau, Anda bisa datang di hari biasa agar bisa berkeliling dengan lebih leluasa dan nyaman.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Seperti namanya, di sini Anda diajak mengunjungi keanekaragaman budaya negara-negara terkenal di benua Asia dan Afrika dalam satu tempat dengan harga tiket yang terjangkau. Bayangkan, dengan tiket masuk Rp 50 ribu per orang (hingga Desember 2021), Anda bisa berkeliling sepuluh negara Asia dan Afrika tanpa perlu keluar Indonesia dan menghadapi hal – hal sulit. Lebih murah lagi, tiket masuk ini bisa Anda tukarkan dengan minuman baru. Murah, bukan?

Selain menikmati keindahan bangunannya, Anda juga bisa mencicipi kuliner khas masing-masing negara atau mencoba pakaian adat. Bahkan tidak jarang kegiatan budaya di negara yang bersangkutan menyertakan metode menari atau memasak.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Kuliner Yang Diikuti Nama Daerah, Unik Banget!

Saat memasuki kawasan wisata, mata langsung terpesona dengan indahnya pemandangan perbukitan hijau. Namun jika ingin mengunjungi negara kecil tersebut harus menuruni bukit, karena sebagian besar tempat wisatanya berada di dasar lembah. Untuk turun, Anda bisa berjalan kaki

Dengan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk, Anda akan menikmati setiap perjalanan dengan seru dan tak kenal lelah. Pilihan lainnya, Anda bisa memilih naik lift berbayar berupa gondola yang diprioritaskan untuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, stroller atau pengunjung yang hanya ingin menghemat tenaga.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Paviliun pertama dan paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Raya Afrika adalah Korea. Meski wilayahnya tidak terlalu luas, namun negeri ginseng ini termasuk salah satu yang paling banyak dikunjungi. Tentu saja Korea sangat populer di Indonesia karena serial drama dan penyanyi K-popnya.

Bisa Sekalian Belajar Sejarah, Ini 4 Rekomendasi Wisata Kuliner Legendaris Yang Wajib Masuk Bucket List

Beragam dekorasi dan replika berbagai bangunan berarsitektur tradisional Korea akan membuat Anda serasa sedang bersantai di Bukchon Hanok Village. Salah satu daya tariknya adalah Museum Kimchi yang berupa rumah tradisional Korea. Kimchi merupakan makanan tradisional Korea berupa sawi atau sayuran segar lainnya yang difermentasi dengan bubuk cabai dan dimasukkan ke dalam tong atau toples selama beberapa hari.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Interior museum semirip mungkin dengan dapur kimchi, lengkap dengan tong dan replika masakan kimchi. Kalau kesini jangan lupa berfoto sambil memakainya

Kemudian Anda bisa berjalan-jalan di Jepang. Paviliun di Negeri Sakura ini konon begitu megah dan artistik sehingga membuat Anda benar-benar serasa berada di Kyoto, Jepang. Anda akan menemukan replika Fushimi Inari Taisha, sebuah kuil Shinto di Fushimi-ku, Kyoto.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Garut Dalam Dekapan Kuliner

Selanjutnya Anda akan sampai di toko dengan arsitektur Jepang kuno, terowongan gerbang kuil, penuh dengan berbagai dekorasi tradisional. Selama berada di sini, jangan lupa untuk menyewa pakaian tradisional berupa kimono, yukata, atau hakama; lalu berfoto selfie di tempat tersebut, atau di sekitar kolam dan jembatan yang penuh dengan dekorasi khas Jepang.

Anda juga bisa mencoba makanan tradisional Jepang mulai dari takoyaki hingga yaki imo alias ubi goreng, dan mencoba permainan tradisional menangkap ikan dengan jaring kertas.

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

India adalah paviliun paling mencolok dengan bangunan berwarna merah muda di kejauhan, penuh dengan taman bunga dan padang rumput yang indah. Rumah tersebut merupakan tiruan bangunan dari Jaipur yang terkenal dengan julukan “kota merah muda”.

Sensasi Kuliner Tak Terlupakan: 20 Pedagang Bakso Paling Enak Di Pangalengan Bandung!

Semakin dekat ke gedung, semakin banyak pula lagu-lagu India yang sering muncul di film-film Bollywood terdengar sehingga membuat pengunjung semakin heboh. Di area ini Anda dapat meluangkan waktu dengan latar belakang berbeda

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Misalnya patung tangan raksasa, patung gajah, dan kubah individu bisa menjadi pilihan. Selain itu, ada masakan tradisional seperti roti canai.

Dan yang terakhir, jangan lupa untuk mencoba pakaian tradisional India untuk menyelami budaya India lebih dalam. Selain ketiga negara tersebut, Anda juga akan menemukan hal menarik di tujuh negara lainnya. Namun, karena areanya luas, pastikan Anda memiliki keterampilan berjalan yang baik dan membawa payung

Mencicipi Kulinernya, Menjelajahi Sejarahnya: Garut, Jawa Barat

Martabak Lovers, Rasakan Sensasi Martabak Di 20 Tempat Kuliner Terfavorit Di Kota Pekalongan!